Kegiatan Pelatihan Bank Sampah di Kabupaten Brebes



Kegiatan Pelatihan Bank sampah
dilaksanakan pada hari selasa, 9 Desember 2025 pukul 09:30 WIB sampai dengan
12:45 WIB di Aula Dinarpus kegiatan ini diikuti oleh 92 peserta yang terdiri
dari perwakilan Bank Sampah se-kabupaten brebes dan staf Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Brebes . Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan
penguatan kelmbagaan Bank Sampah dalam mendukung pengelolaan sampah di tingkat
desa.

Acara diawali dengan registrasi
peserta, pembukaan ,serta menyanyikan lagu Indonesia Raya .selanjutnya
disampaikan sambutan oleh  Sekretaris
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes , Bapak Ananto Heriwibowo yang
menekankan pentinya peran aktif bank sampah dalam pengelolaan sampah dari
sumbernya . Beliau menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja
sendiri dan membutuhkan dukungan masyarakat melalaui kelembagaan Bank Sampah di
desa-desa sebagai upaya pengurangan beban sampah ke TPA.

Materi pertama disampaikan oleh
ibu Andriyani selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah ,Limbah B3 dan
Pengendalian Pencemaran , dengan pokok bahasan kebijakan pengelolaan sampah dan
penguatan kelembagaan Bank Sampah . Dalam paparannya disampaikan bahwa
Kabupaten Brebes menghasilkan lebih dari 1200 ton sampah perhari ,yang
sebagaian besar masih berakhir di TPA tanpa pemilahan sehingga menyebabkan
kondisi TPA overload ,menimbulkan pencemaran lingkungan serta meningkatkan
risiko bencana dan biaya pengelolaan . Pemerintah Daerah telah mengeluarkan
berbagai regulasi dan instruksi Bupati terkait pembentukan Bank Sampah disetiap
Desa ,dengan pendekatan utama pencegahan ,pemilahan dan pengolahan sampah dari
sumber. Pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi dari hulu sampai hilir
,dengan dukungan keberadaan TPST dan TPS3R yang hingga tahun 2024 telah
beroperasi sebanyak 1 TPST dan 30 TPS3R .

Materi berikutnya disampaikan
oleh Ibu Maryori Vergia Pattinaya S.E aktivitas Bank Sampah Kelurahan Panggung
Kota Tegal ,yang membahas pengelolaan Bank Sampah ,mekanisme kerja dan
operasional dilapangan . Narasumber menjelaskan bahwa Bank Sampah membutuhkan adminitrasi
lengkap dan tertib . disampaikan pula tahapan persiapan ,proses kerja mulai
dari penimbangan hingga penjualan sampah , teknik pemilahan berdasarkan jenis
serta pentingnya transparansi harga dalam penjulan sampah ke lapak . Selain
itu, Bank Sampah memiliki potensi pengembangan usaha melalui berbagai produk
turunan seperti minyak jelantah ,kompos, ecoenzym ,ecobrick dan daur ulang
serta dapat dikolaborasikan dengan PKK,pengajian maupun program lainnya.

Setelah penyampaian materi ,kegiatan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dan diskusi yang berlangsung
interaktif ,dimana peserta menyampaikan berbagai pertanyaan dan berbagai
pengalaman terkait pengelolaan bank sampah diwilayah masing-masing . Kegiatan
ditutup dengan pengasan kembali pentingnya peran bank sampah sebagai ujung
tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat . Secara keseluruhan ,kegiatan
berlangsung dengan aman, tertib ,dan lancar serta diharapkan dapat memberikan
manfaat dan tindaklanjut nyata dalam penguatan pengelolaan Bank Sampah di
Kabupaten Brebes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *